ARTIKEL BAB 13 Mengelolah kinerja Dan mutu

December 12th, 2011 by gilanggenesadwisaputra

Untuk mengontrol suatu organisasi secara efektif, mengharuskan adanya informasi tentang standar kinerja dan kinerja yang sebenarnya, memikirkan tindakan apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki segala bentuk penyimpangan yang terjadi, para manajer juga harus menentukan informasi seperti apa yang penting, bagaimana cara mereka mendapatkan informasi tersebut, serta bagaimana mereka bisa dan harus merespon informasi tersebut. Sebagian besar organisasi berfokus pada pengukuran dan pengawasan kinerja keuangan, seperti penjualan, pendapatan, dan keuntungan.

• Kartu Skor Berimbang
Merupakan sistem kontrol manajemen komprehensif yang menyeimbangkan ukuran keuangan tradisional dengan ukuran layanan pelanggan, proses bisnis internal, dan kemampuan organisasi untuk belajar dan tumbuh.

Semua sistem kontrol yang dirancang dengan baik akan melibatkan penggunaan umpan balik untuk menentukan apakah kinerja memenuhi standar yang telah dibuat. Manajer merancang sistem kontrol yang terdiri atas empat langkah utama, yaitu membangun standar, mengukur kinerja, membandingkan kinerja dengan standar, dan membuat koreksi yang dibutuhkan.

Kontrol anggaran merupakan salah satu metode yang paling sering digunakan dalam kontrol manajemen, yaitu proses penentuan target untuk pengeluaran organisasi, mengawasi hasil dan membandingkannya dengan anggaran yang ada, dan membuat perubahan jika perlu. Sebagai alat pengontrol, anggaran adalah laporan yang berisi pengeluaran terkini dan terencana, serta biasanya berisi perbedaan antara jumlah unit yang dianggarkan dengan jumlah unit yang ada. Anggaran yang biasanya digunakan manajer adalah anggaran biaya, anggaran pendapatan, anggaran kas, dan anggaran modal. Adanya kontrol keuangan juga diperlukan oleh suatu perusahaan sebagai informasi apakah keuangan perusahaan dalam posisi baik, serta menjadi indikator berguna yang menunjukkan permasalahan kinerja lainnya.

• Laporan Keuangan
Berfungsi sebagai pemberi informasi dasar yang digunakan untuk melakukan kontrol keuangan dari sebuah organisasi. Neraca keuangan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan yang berhubungan dengan aset dan kewajiban pada waktu tertentu, serta laporan laba-rugi yang meringkaas kinerja keuangan perusahaan untuk interval tertentu, merupakan titik awal dalam melakukan kontrol keuangan.

Analisis keuangan yang dilakukan bisanya berfokus pada rasio statistik yang menunjukkan hubungan antara indikator-indikator kinerja, rasio tersebut ialah :

o Rasio Likuidasi : Menunjukkan kemampuan organisasi untuk memenuhi kewajiban utang lancarnya.
o Rasio Aktivitas : Mengukur kinerja internal yang berkaitan dengan aktivitas inti yang ditentujkan oleh manajemen.
o Rasio Keuntungan : Menyatakan keuntungan yang bergantung pada sumber keuntungan.
o Rasio Leverage : Aktivitas pendanaan dengan uang pinjaman.

Selain itu terdapat juga kontrol hierarki yang merupakan penggunaan aturan, kebijakan, hierarki wewenang, dan alat formal lain untuk memengaruhi perilaku pegawai dan menilai kinerja. Sedangkan, kontrol didesentralisasi merupakan penggunaan budaya perusahaan, norma kelompok, dan fokus terhadap tujuan, daripada aturan dan prosedur, untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam kontrol didesentralisasi terdapat manajemen buka buku yang memberi berbagai informasi keuangan dan hasil-hasilnya dengan semua pegawai di organisasi, serta manajemen kualitas total (TQM) yang merupakan komitmen seluruh anggota perusahaan untuk menanamkan kualitas ke dalam setiap aktivitas dengan cara melakukan perbaikan terus-menerus.
Tenik-teknik TQM :

1. Siklus kualitas
2. Tolok ukur
3. Six sigma
4. Pengurangan siklus waktu
5. Perbaikan terus-menerus

Beberapa trend besar dalam kendali mutu dan keuangan adalah standar kualitas nasional, sistem pertambahan nilai ekonomis dan sistem pertambahan nilai pasar, serta pembiayaan berbasis aktivitas dan tata kelola perusahaan yang meningkat.

Sumber Artikel : http://principleofmanagement.blog.perbanas.ac.id/2011/06/07/ringkasan-bab-13-mengelola-kinerja-dan-mutu/

Posted in kumpulan artikel pengantar bisnis dan manajemen | No Comments »

Artikel BAB 16 : KEPEMIMPINAN

December 5th, 2011 by gilanggenesadwisaputra

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman, ahli pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari perannya memberikan pengajaran/instruksi.
Ciri-ciri Seorang Pemimpin
Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.
Ciri-ciri pemimpin berkarakter Sebagai berikut:
1. Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain. Jujur dengan kekuatan diri dan kelemahan dan usaha untuk memperbaikinya.
2. Pemimipin harusnya berempati terhadap bawahannya secara tulus.
3. Memiliki rasa ingin tahu dan dapat didekati sehingga orang lain merasa aman dalam menyampaikan umpan balik dan gagasan-gagasan baru secara jujur, lugas dan penuh rasa hormat kepada pemimpinnya.
4. Bersikap transparan dan mampu menghormati pesaing dan belajar dari mereka dalam situasi kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya.
5. Memiliki kecerdasan, cermat dan tangguh sehingga mampu bekerja secara professional keilmuan dalam jabatannya.
6. Memiliki rasa kehormatan diri dan berdisiplin pribadi, sehingga mampu dan mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas perilaku pribadinya.
7. Memiliki kemampuan berkomunikasi, semangat ” team work “, kreatif, percaya diri, inovatif dan mobilitas.

Jenis dan Macam Gaya Kepemimpinan :

1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.

2. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.

3. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.

http://organisasi.org/jenis_dan_macam_gaya_kepemimpinan_pemimpin_klasik_otoriter_demokratis_dan_bebas_manajemen_sumber_daya_manusia
http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan
http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/1837086-ciri-ciri-pemimpin-berkarakter/

Posted in kumpulan artikel pengantar bisnis dan manajemen | No Comments »

Artikel BAB 9 : MERANCANG ORGANISASI YANG ADAPTIF

December 5th, 2011 by gilanggenesadwisaputra

PENGELOLAAN STRUKTUR VERTIKAL

Struktur organisasi didefinisikan sebagai:

1.Sekumpulan tugas formal yang dimandatkan kepada individu  dan depatermen

2.Hubungan pelaporan formal , termasuk garis wewenang, tanggung jawab keputusan,
jumlah tingkat hierarki, dan rentang pengawasan manajer

3.Desain  sistem  untuk  menjamin  koordinasi  yang  efektif  dari  karyawan  di  berbagai
depatermen

Karakteristik  sruktur  vertikal  digambarkan  dengan  peta  organisasi.  Peta  organisasi
merupakan penggambaran visual dari struktur organisasi

Fitur Penting Dalam Struktur Vertikal

A.Spesialisasi kerja (  work specialization/ division of labor) = Tingkatan dimana tugas
organisasi dibagi-bagi lagi ke dalam pekerjaan yang berbeda

B.Rantai  perintah  (chain  command)  = Garis  wewenang  tidak  terputus  yang
menghubungkan  semua  orang  dalam  organisasi  dan  menunjukkan  kepada  siapa
seseorang bertanggung jawab.

a)Wewenang (authority) = hak yang formal dan sah dari seorang manajer untuk
mengambil  keputusan,  mengeluarkan  perintah,  dan  mengalokasikan  sumber
daya  agar  tercapai  hasil  yang  diharapkan  organisasi.  Wewenang  ditentukan
oleh tiga kategori:

oWewenang diemban dalam kaitannnya dengan jabatan , bukan    pada
orang

oWewenang berlaku untuk  bawahan

(  Teori  keberlakuan  wewenang  = menyatakan  bahwa  seorang
manajer  memiliki  wewenang  hanya  jika  para  bawahannya  memilih
untuk menerima perintahnya)

oWewenang berjalan dari atas ke bawah pada hierarki vertikal.

Konsep  lain  yang  berkaitan  dengan  wewenang  adalah  Delegasi.  Delegasi
merupakan  proses  yang  digunakan  manajer  untuk  memindahkan
wewenang dan tanggung jawab ke posisi hierarki dibawah mereka

b)Tanggung  jawab  (responsibility)  = kewajiban  seorang  karyawan  untuk
melakukan tugas atau aktivitas yang diberikan kepadanya. 

Akuntabilitas merupakan  mekanisme  yang  digunakan  agar

wewenang dan tanggung jawab berjalan selaras.Akuntabilitas merupakan
kenyatakan  bahwa  setiap  orang  yang  memiliki  wewenang  dan  tanggung
jawab  harus  melakukan  pelaporan  dan  penjelasan  mengenai  tugas  yang
diberikan kepada atasan mereka di rantai komando

PENGANTAR MANAJEMEN

c)Wewenang  lini  = bentuk  wewenang dimana  tiap  orang  di  posisi  manajemen
memiiki  wewenang  formal  untuk  mengarahkan  dan  mengontrol  bawahan

secara langsung

d)Wewenang  staf  = bentuk  wewenang  yang  diberikan  pada  spesialis  staf
dibidang keahlian mereka

C.Ruang  lingkup  Manajemen  (  rentang  pengawasan/  span  of  contol)  = jumlah
karyawan  yang  bertanggungjawab  kepada  supervisor.  Faktor-faktor  berikut  yang
memperbesar rentang pengawasan:

a)Pekerjaan yang dilakukan oleh bawahan stabil dan rutin

b)Bawahan melakukan tugas yang hampir sama

c)Bawahan terkonsentrasi di satu lokasi

d)Bawahan  sangat  terlatih  dan  tidak  membutuhkan  banyak  arahan  dalam
melakukan tugas

e)Peraturan dan prosedur dalam mendefinisikan tugas tersedia

f)Sistem pendukung dan SDM tersedia bagi manajer

g)Sedikit  waktu  yang  dibutuhkan  dalam  kegiatan  tanpa  pengawasan  seperti
koordinasi dengan depatermen lain atau perencanaan

h)Selera pribadi dan gaya maajer menyukai rentang yang lebih besar.

Rentang manajemen digunakan untuk menentukan apakah struktur dalam organisasi
berbentuk Tinggitall) atau Datar (flat). Stuktur tinggi memiliki rentang yang sempit
secara  keseluruhan  dan  lebih  banyak  tingkat  hierarki.  Struktur  datar memiliki
rentang yang luas dan lebih sedikit tingkat hierarki.

D.Spesialisasi dan Desentralisasi

·Sentralisasi= lokasi  wewenang  keputusan  terletak  di  dekat  tingkat  atas
organisasi

·Desentralisasi  = lokasi  wewenang  keputusan  terletak  di  dekat  tingkat  yang
lebih bawah pada organisasi.

Faktor-faktor yang umumnya mempengaruhi sentralisasi dan desentralisasi:

a)Tantangan  dan  ketidakpastian  yang  lebih  besar  di  lingkungan  biasanya
dihubungkan dengan desentralisasi

b)Jumlah  sentralisasi  dan  desentralisasi  harus  sesuai  dengan  strategi
perusahaan

c)Di saat krisis atau risiko kegagalan perusahaan, wewenang dapat disentraisasi
pada tingkat atas.

1. E.Formalisasi  = Dokumentasi  tertulis  yang  digunakan  untuk  mengarahkan  dan
mengontrol karyawan

sumber : dc385.4shared.com/doc/HIEmiap4/preview.html

Posted in kumpulan artikel pengantar bisnis dan manajemen | No Comments »

Artikel : BAB 7 Perumusan dan Pelaksanaan Strategi

November 23rd, 2011 by gilanggenesadwisaputra

Pengertian Strategi
Definisi strategi adalah cara untuk mencapai tujuan jangka panjang. Strategi bisnis bisa berupa perluasan geografis, diversifikasi, akusisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, rasionalisasi karyawan, divestasi, likuidasi dan joint venture (David, p.15, 2004).
Pengertian strategi adalah Rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi (Glueck dan Jauch, p.9, 1989).
Pengertian strategi secara umum dan khusus sebagai berikut:
1. Pengertian Umum
Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
2. Pengertian Khusus
Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.
Perumusan Strategi
Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu:
1. Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan dalam lingkungan tersebut.
2. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan misinya.
3. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
4. Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.
5. Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. (Hariadi, 2005).

Tingkat-tingkat Strategi
Dengan merujuk pada pandangan Dan Schendel dan Charles Hofer, Higgins (1985) menjelaskan adanya empat tingkatan strategi.
Keseluruhannya disebut Master Strategy, yaitu: enterprise strategy, corporate strategy, business strategy dan functional strategy.
a) Enterprise Strategy
Strategi ini berkaitan dengan respons masyarakat. Setiap organisasi mempunyai hubungan dengan masyarakat. Masyarakat adalah kelompok yang berada di luar organisasi yang tidak dapat dikontrol. Di dalam masyarakat yang tidak terkendali itu, ada pemerintah dan berbagai kelompok lain seperti kelompok penekan, kelompok politik dan kelompok sosial lainnya. Jadi dalam strategi enterprise terlihat relasi antara organisasi dan masyarakat luar, sejauh interaksi itu akan dilakukan sehingga dapat menguntungkan organisasi. Strategi itu juga menampakkan bahwa organisasi sungguh-sungguh bekerja dan berusaha untuk memberi pelayanan yang baik terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat.
b) Corporate Strategy
Strategi ini berkaitan dengan misi organisasi, sehingga sering disebut Grand Strategy yang meliputi bidang yang digeluti oleh suatu organisasi. Pertanyaan apa yang menjadi bisnis atau urusan kita dan bagaimana kita mengendalikan bisnis itu, tidak semata-
mata untuk dijawab oleh organisasi bisnis, tetapi juga oleh setiap organisasi pemerintahan dan organisasi nonprofit. Apakah misi universitas yang utama? Apakah misi yayasan ini, yayasan itu, apakah misi lembaga ini, lembaga itu? Apakah misi utama
direktorat jenderal ini, direktorat jenderal itu? Apakah misi badan ini, badan itu? Begitu seterusnya.
Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan itu sangat penting dan kalau keliru dijawab bisa fatal. Misalnya, kalau jawaban terhadap misi universitas ialah terjun kedalam dunia bisnis agar menjadi kaya maka akibatnya bisa menjadi buruk, baik terhadap anak didiknya, terhadap pemerintah, maupun terhadap bangsa dan negaranya. Bagaimana misi itu dijalankan juga penting. Ini memerlukan keputusan-keputusan stratejik dan perencanaan
stratejik yang selayaknya juga disiapkan oleh setiap organisasi.
c) Business Strategy
Strategi pada tingkat ini menjabarkan bagaimana merebut pasaran di tengah masyarakat. Bagaimana menempatkan organisasi di hati para penguasa, para pengusaha, para donor dan sebagainya. Semua itu dimaksudkan untuk dapat memperoleh keuntungan-keuntungan
stratejik yang sekaligus mampu menunjang berkembangnya organisasi ke tingkat yang lebih baik.
d) Functional Strategy
Strategi ini merupakan strategi pendukung dan untuk menunjang suksesnya strategi lain. Ada tiga jenis strategi functional yaitu:
• Strategi functional ekonomi yaitu mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat, antara lain yang berkaitan dengan keuangan, pemasaran, sumber daya, penelitian dan pengembangan.
• Strategi functional manajemen, mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing, implementating, controlling, staffing, leading, motivating, communicating,
decision making, representing, dan integrating.
• Strategi isu stratejik, fungsi utamanya ialah mengontrol lingkungan, baik situasi lingkungan yang sudah diketahui maupun situasi yang belum diketahui atau yang selalu berubah (J. Salusu, p 101, 1996).
Tingkat-tingkat strategi itu merupakan kesatuan yang bulat dan menjadi isyarat bagi setiap pengambil keputusan tertinggi bahwa mengelola organisasi tidak boleh dilihat dari sudut kerapian administratif semata, tetapi juga hendaknya memperhitungkan soal
“kesehatan” organisasi dari sudut ekonomi (J. Salusu, p 104, 1996).
Jenis-jenis Strategi
Banyak organisasi menjalankan dua strategi atau lebih secara bersamaan, namun strategi kombinasi dapat sangat beresiko jika dijalankan terlalu jauh. Di perusahaan yang besar dan terdiversifikasi, strategi kombinasi biasanya digunakan ketika divisi-divisi yang
berlainan menjalankan strategi yang berbeda. Juga, organisasi yang berjuang untuk tetap hidup mungkin menggunakan gabungan dari sejumlah strategi defensif, seperti divestasi, likuidasi, dan rasionalisasi biaya secara bersamaan.
Jenis-jenis strategi adalah sebagai berikut:
1. Strategi Integrasi
Integrasi ke depan, integrasi ke belakang, integrasi horizontal kadang semuanya disebut sebagai integrasi vertikal. Strategi integrasi vertikal memungkinkan perusahaan dapat mengendalikan para distributor, pemasok, dan / atau pesaing.
2. Strategi Intensif
Penetrasi pasar, dan pengembangan produk kadang disebut sebagai strategi intensif
karena semuanya memerlukan usaha-usaha intensif jika posisi persaingan perusahaan dengan produk yang ada hendak ditingkatkan.
3. Strategi Diversifikasi
Terdapat tiga jenis strategi diversifikasi, yaitu diversifikasi konsentrik, horizontal, dan konglomerat. Menambah produk atau jasa baru, namun masih terkait biasanya disebut diversifikasi konsentrik. Menambah produk atau jasa baru yang tidak terkait untuk pelanggan yang sudah ada disebut diversifikasi horizontal. Menambah produk atau jasa baru yang tidak disebut diversifikasi konglomerat.
4. Strategi Defensif
Disamping strategi integrative, intensif, dan diversifikasi, organisasi juga dapat menjalankan strategi rasionalisasi biaya, divestasi, atau likuidasi.
Rasionalisasi Biaya, terjadi ketika suatu organisasi melakukan restrukturisasi melalui penghematan biaya dan aset untuk meningkatkan kembali penjualan dan laba yang sedang
menurun. Kadang disebut sebagai strategi berbalik (turnaround) atau reorganisasi, rasionalisasi biaya dirancang untuk memperkuat kompetensi pembeda dasar organisasi. Selama proses rasionalisasi biaya, perencana strategi bekerja dengan sumber daya terbatas dan menghadapi tekanan dari para pemegang saham, karyawan dan media.
Divestasi adalah menjual suatu divisi atau bagian dari organisasi. Divestasi sering digunakan untuk meningkatkan modal yang selanjutnya akan digunakan untuk akusisi atau investasi strategis lebih lanjut. Divestasi dapat menjadi bagian dari strategi rasionalisasi biaya menyeluruh untuk melepaskan organisasi dari bisnis yang tidak menguntungkan, yang memerlukan modal terlalu besar, atau tidak cocok dengan aktivitas lainnya dalam perusahaan. Likuidasi adalah menjual semua aset sebuah perusahaan secara bertahap sesuai nilai nyata aset tersebut. Likuidasi merupakan pengakuan kekalahan dan akibatnya bisa merupakan strategi yang secara emosional sulit dilakukan. Namun, barangkali lebih baik berhenti beroperasi daripada terus menderita kerugian dalam jumlah besar.
5. Strategi Umum Michael Porter
Menurut Porter, ada tiga landasan strategi yang dapat membantu organisasi memperoleh keunggulan kompetitif, yaitu keunggulan biaya, diferensiasi, dan fokus. Porter menamakan ketiganya strategi umum.
Keunggulan biaya menekankan pada pembuatan produk standar dengan biaya per unit sangat rendah untuk konsumen yang peka terhadap perubahan harga. Diferensiasi adalah strategi dengan tujuan membuat produk dan menyediakan jasa yang dianggap unik di seluruh industri dan ditujukan kepada konsumen yang relatif tidak terlalu peduli terhadap perubahan harga. Fokus berarti membuat produk dan menyediakan jasa yang memenuhi keperluan sejumlah kelompok kecil konsumen.
(David, p.231, 2004)
sumber : http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/konsep-strategi-definisi-perumusan.html

Posted in kumpulan artikel pengantar bisnis dan manajemen | No Comments »

ARTIKEL BAB 6 PERENCANAAN MANAJERIAL DAN PENETAPAN TUJUAN

November 15th, 2011 by gilanggenesadwisaputra

Goal - Sebuah negara yang diinginkan di masa depan bahwa organisasi upaya untuk mewujudkan

Rencana - Sebuah blueprint menentukan alokasi sumber daya, jadwal, dan tindakan lainnya yang diperlukan untuk mencapai tujuan

Perencanaan - menentukan tujuan organisasi dan sarana untuk mencapainya

Pernyataan Misi Tujuan Strategis / Rencana Manajemen Senior (Organisasi secara keseluruhan) Taktis Tujuan / Rencana Manajemen Menengah (Mayor divisi, fungsi) Operasional Tujuan / Rencana Lower Manajemen (Departemen, individu) pesan Internal Legitimasi, motivasi, panduan, pemikiran, standar pesan Eksternal Legitimasi bagi investor, pelanggan, pemasok, Tingkat masyarakat Tujuan Bukti / Rencana & Pentingnya mereka

Karakteristik Efektif Menetapkan Tujuan

· Spesifik dan terukur

· Spesifik dan terukur

· Menantang tapi realistis

· Ditetapkan periode waktu

· Terkait dengan penghargaan

· Model Proses MBO

Langkah 1: Menetapkan Tujuan

Langkah 2: Mengembangkan l Perusahaan lRencana Aksi

Langkah 3: Review Progress Bukti 7.5 0 Individu tujuan

Langkah 4: MenilailTujuan Strategis Departemen tujuan Kinerja keseluruhan Menilai Kinerja Ambil Tindakan Perbaikan Kemajuan Review Rencana Aksi

MBO Manfaat dan Masalah

· Manager dan usaha karyawan difokuskan pada kegiatan yang akan mengarah pada pencapaian tujuan

· Kinerja dapat ditingkatkan pada semua tingkat perusahaan

· Karyawan termotivasi

· Departemen dan tujuan individu selaras dengan tujuan perusahaan

· Konstan mencegah perubahan MBO dari memegang

· Sebuah lingkungan hubungan majikan-pekerja miskin mengurangi efektivitas MBO

· tujuan strategis dapat dipindahkan oleh tujuan operasional

· Mekanistik organisasi dan nilai-nilai yang menghambat partisipasi dapat membahayakan proses MBO

· Terlalu banyak dokumen energi Sap MBO

Manfaat MBO Masalah dengan MBO

· Single-Gunakan Rencana Untuk Tujuan Tidak Sepertinya Akan Diulang

· Suatu program merupakan serangkaian kompleks tujuan dan rencana untuk mencapai suatu tujuan, yang penting organisasi satu kali

· Sebuah proyek ini mirip dengan program, namun umumnya lebih kecil dalam lingkup dan kompleksitas

· Rencana Berdiri Untuk Tugas Dilakukan Berulang

· Kebijakan adalah panduan umum untuk aksi dan memberikan arahan untuk orang-orang dalam organisasi

· Aturan menjelaskan bagaimana tindakan spesifik yang akan dilakukan

· Prosedur mendefinisikan serangkaian langkah yang tepat untuk digunakan dalam mencapai pekerjaan tertentu

· Membangun Skenario

Melihat tren dan diskontinuitas dan membayangkan masa depan alternatif yang mungkin untuk membangun sebuah kerangka di mana kejadian masa depan yang tidak terduga dapat dikelola. Pasukan manajer untuk berlatih secara mental apa yang akan mereka lakukan jika rencana mereka terbaik diletakkan adalah untuk runtuh 0

·

Perencanaan Kinerja

1. Perencanaan Tengah = Tradisional Departemen spesialis perencanaan Kelompok yang mengembangkan rencana untuk organisasi secara keseluruhan dan divisi utama dan departemen dan biasanya melaporkan langsung kepada presiden atau CEO

2. Desentralisasi Perencanaan = High-Performance Manajer bekerja dengan perencanaan para ahli untuk mengembangkan tujuan-tujuan mereka sendiri dan rencana

· Perencanaan Di Tempat Kerja Baru

· Memiliki pernyataan misi dan visi yang kuat

· Tetapkan tujuan peregangan untuk keunggulan

· Membentuk budaya yang mendorong pembelajaran

· Embrace-event perencanaan

· Memanfaatkan satuan tugas sementara

· Perencanaan masih mulai dan berhenti di bagian atas

Perencanaan menjadi hidup ketika karyawan terlibat dalam menetapkan tujuan dan menentukan sarana untuk menjangkau mereka.

Sumber :

http://managementgroup.blog.perbanas.ac.id/2011/04/05/artikel-perencanaan-manajerial-dan-penetapan-tujuan/

Posted in kumpulan artikel pengantar bisnis dan manajemen | No Comments »

ARTIKEL Bab 1 : Manajemen Inovatif di Masa Sulit

November 15th, 2011 by gilanggenesadwisaputra

Mungkinkah inovasi di masa sulit ?

Berikut adalah artikel dan pembahasannya.

Lemahnya perekonomian Amerika Serikat akibat krisis subprime mortgage tentunya mempengaruhi kinerja perusahaan-perusahaan AS dan dunia. Inflasi yang semakin tinggi juga semakin mempersulit keadaan. Salah satu implikasi yang dimiliki perusahaan adalah menekan biaya dengan cara mengurangi inovasi. Namun ternyata tidak semua perusahaan menerapkan langkah ini, antara lain Blackberry dan Amazon.

Blackberry

Research in Motion (RIM) adalah perusahaan yang berada di balik BlackBerry yang fenomenal. Berbeda dengan perusahaan lain yang menekan biaya riset, BlackBerry justru tetap berkomitmen pada riset. Mike Lazaridis, pendiri RIM yang juga menjabat sebagai co-chief executive officer, mengungkapkan bahwa jika Anda ingin menciptakan sesuatu yang bersifat sustainable dan inovatif maka Anda harus berinvestasi pada R&D. Sustainable innovation dapat diperoleh jika Anda membangun budaya yang tepat, berinvestasi pada fasilitas yang sesuai, dan memberi inspirasi pada karyawan. Hasilnya tentu berbeda dengan seandainya Anda memperoleh ide, kemudian memaksimalkan value dengan menekan biaya saja. Oleh karena itu, untuk menciptakan sustainable innovation, membutuhkan invetasi R&D dalam jumlah yang besar pula.

Yang menarik dari Blackberry adalah, pengujian inovasi mereka lakukan sendiri. Seluruh karyawan di perusahaan menggunakan produk, sehingga mereka merasakan langsung pengalaman dengan produk. Sehingga feedback yang diperoleh valid karena mereka berlaku langsung sebagai konsumen.

Amazon.com

Senada dengan apa yang diungkapkan oleh Mike Lazaridis, Jeff Bezos. CEO Amazon, mengungkapkan bahwa tidak ada yang namanya waktu buruk untuk berinovasi. Baik itu masa yang bagus maupun sedang sulit, maka sudah seharusnya Anda tetap berinovasi, dan tentunya inovasi akan berada di sekitar apa yang diinginkan oleh pelanggan. Bagi Amazon, itu adalah sebuah belief/kepercayaan tersendiri.

Model bisnis Amazon yang mereka yakini kesuksesannya adalah inovasi. Sehingga inovasi seolah-olah sudah menjadi nafas bagi mereka. Amazon secara konsisten terus bergerak ke kategori baru, dengan pasar yang baru.

Tidak hanya inovasi besar, Jeff Bezos kepada BusinessWeek mengungkapkan bahwa mereka juga melakukan inovasi atau perubahan tiap harinya. Ini penting, karena menjadikan operasional mereka lebih efisien, sehingga biaya lebih rendah dan mereka bisa menawarkan harga lebih terjangkau kepada pelanggan. Yang jelas, inovasi Amazon selalu customer-focused.

Kesimpulan

Intinya, bagi beberapa perusahaan, inovasi adalah penting, karena itu membuat mereka ‘stay in the business’ atau dalam kata lain menjaga keunggulan kompetitif. Inovasi diyakini sebagai kunci penting dalam memenangkan pasar. Sehingga, meskipun kondisi perekonomian tengah sulit, maka inovasi tetaplah berjalan. (RP)

Mengapa inovasi penting?

Karena inovasi dalam produk,layana,sistem management,proses produksi,nilai-nilai perusahaan dan aspek lain dari organisasi merupakan factor yang mengubah perusahaan tumbuh,berubaah,dan berhasil.

Tanpa inovasi tiada satu perusahaan pun di Negara berkembang terutama china dan india telah membuat cemas banyak pereusahaan barat.dilingkungan global ini ,perusahaan harus lebih banyak,cepat berinovasi di bandinkan sebelumnya.

Dimanagement pun telah merubah penekanan mereka pada inovasi untuk mendapatkan dan mempertahankan posisi kompetitif dari bergeser terus-menerus pada biaya pengendalian terhadap investasi di masa depan.

Inovasi mencakup:

1. New produk

2. Layana

3. Teknologi mengendalikan biaya unvestasi di masa depan nilai perusahaan

Definisi management

Manager adalah fungsi ksekutif organisasi yang bertanggung jawab untuk membangun dan mengoordinasikan seluruh sistem dan bukan mengerjakan tugas-tugas tertentu.artinya dari pada mengerjakan sendirian semua pekerjaan, manager yang handal menciptakan sistem dan kondisi yang memungkonkan orang lain mengerjakan pekerjaan tersebut.

Management adalah pencapaian tujuan-tujuan organisasi secara efektif dan efisiesi melalui perencanaan,pengelolaan,kepemimpinan dan pengendalian sumber organisasi.

management atau manager ini sangat penting karena sangat berpengaruhi® terhadap organisasi atau perusahaan sebab apabila managemenet atau manager tidak aktif,berfungsi maka organisasi ayau perusahaan tidak akan berjalan dan mencapai tujan.sehingga organisasi atau perusahaan memilih manager atau management samgat teliti dan professional agar mendapatkan manager atau management yang handal agar organisasi atau perusahaan bisa menacapai tujuaannya.

Empat fungsi management

1. Perencanaan yaitu mengidentifikasi berbagai tujuan untuk kinerja organisasi di masa mendatang serta memutuskan tugas dan penggunaan sumber daya yang di perlukan untuk mencapaianya.

2. Pegelolaan yaitu fungsi management yang mencakup penentuan tugas,pengelompokan tugas dan pengalokasian sumber daya di seluruh perusahaan.

3. Kepemimpinan yaitu fungsi management yang mencakup penggunaan pengaruh untuk memotifasi karyawan guna mencapai tujuan-tujuan organisasional.

4. Pengendalian yaitu fungsi management yang memonitor aktivitas karyawan,menentukan apakah organisasi sejalan dange tujuannya,dan membuat koreksi jika diperlukan

Kinerja organisasional

Organisasi menjdi bagian dari masyarakat,dan para manager bertanggung jawab untuk memastikan agar sumber daya yang ada digunakan secara bijak guna mencapai tujuan-tujuan organisasional.

Sedangkan pengertian dari organisasi adalah suatu entitas sosial yang di arahkan oleh tujuan dan di bangun secara sengaja.Efektifitas adalah sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan yang di tetapkan,atau berhasil mencapai apa pun yang coba dikerjakannya.efisiensi adalah penggunaan sumber daya yang minimal(bahan baku,uang dan manusia) uantuk menghasilkian jumlah kaluaran yang di inginkan.

Semua manager harus memperhatikan biya,tetapi pemangkasan biaya® secara besar-besaran untuk meningkaykan efisiensi terkadang untuk mengganggu efektifitas organisasi.

Tanggung jawab terbesar para manager adalah untuk mencapai kinerja (performance) tinggi,yakni pencapaian tujuan-tujua orgnisasional dengan menggunakan sumber daya secara efisiens dan efektif.

Keterampilan management

Meskipun setiap keterampilan yang diperlukan di tingkat yang berbeda dalam organisasi bias berbada,semua manager harus memiliki semua jenis keterampilan tersebut agar dapat bekerja secara efektif.

1. Keterampilan konseptual adalah kemapuan kognitif untuk melihat organisasi sebagai suatu sistem utuh dan hubungan bagiannya.keterampilan ini mencakup pemikiran,pemrosesan informasi,dan kemampuan perencanaan manager.

2. Keterampilan interpersonal adalah kemampuan manager untuk bekerja dengan dan melalui orang lain serta bakerja secara efektif sebagai anggota tim.keterampilan ini tercermin lewat kemapuan manager untuk berhubungan dengan orang lain,termasuk kemampuan,memotifasi,memfasilitasi,mengoordinasikan,memimpin,mengomunikasikan serta menyelesaikan konflik.

3. Keterampilan teknis adalah pemahaman dan penguasaan dalam melaksanakan tugas tertentu.keterampilan ini mencakup penguasaan metode,teknik,dan peralatan yang di gunakan dalam fungsi-fungsi tertentu seperti rekayasa,manufaktur atau keuangan.

sumber :

http://vibizmanagement.com/column/index/category/strategic_management/603/70

Posted in kumpulan artikel pengantar bisnis dan manajemen | No Comments »

Artikel Bab 18 Manajemen Keuangan

October 7th, 2011 by gilanggenesadwisaputra

MENGELOLA WAKTU UNTUK KESUKSESAN DIRI SENDIRI

“Anda Pasti Berkembang Bersama Kecerdasan Anda Bila Mampu Menggunakan Waktu Secara Efektif, Efisien, Dan Produktif  Untuk Kemajuan Diri Anda.” – Djajendra

Setiap orang dalam hidup punya jumlah waktu yang sama, tapi ada yang merasa cukup dengan waktunya, dan ada juga yang selalu berkeluh-kesah karena tidak cukup waktu untuk menjelajahi hidupnya.

Salah satu jawaban untuk mendapatkan waktu yang cukup adalah melalui manajemen waktu. Manajemen waktu yang berkualitas tercipta dari disiplin diri yang tinggi untuk menggunakan setiap detik waktu secara konsisten untuk hal-hal yang terencana sesuai prioritas.

Manajemen waktu yang baik akan mengalokasikan waktu untuk pekerjaan, bisnis, dan kehidupan pribadi sesuai perkiraan. Diperlukan disiplin untuk patuh pada prioritas dan rencana dengan menggunakan waktu secara efisien, untuk mendapatkan target yang direncanakan. Bila manajemen waktu tidak dijalankan melalui disiplin diri yang tinggi, maka waktu akan tetap berkurang untuk hal apa pun.

Bila dalam rencana prioritas Anda sudah mengalokasikan waktu satu jam untuk hal-hal tertentu, maka segeralah gunakan waktu tersebut secara efisien. Dan, Anda harus benar-benar melakukan hal-hal yang harus Anda lakukan tersebut, tidak hanya berbicara atau berpikir tentang yang harus Anda lakukan, bertindaklah dengan penuh keyakinan untuk menyelesaikan yang harus Anda selesaikan. Fokuskan semua energi Anda dalam satu jam tersebut untuk menuntaskan yang harus Anda tuntaskan, jangan melirik ke hal-hal lain sebelum menuntaskan fokus Anda.

Kemampuan diri untuk selalu efektif, efisien, dan produktif dengan waktu akan menjadi kekuatan untuk menguasai manajemen waktu. Pastikan pikiran dan perasaan Anda selalu terhubung dan terfokus untuk menyelesaikan tugas-tugas penting yang ada dalam prioritas Anda. Jangan berpikir Anda sudah efisien dengan waktu Anda jika Anda masih memikirkan banyak hal saat mengerjakan sebuah target yang seharusnya terfokus.

Gunakan waktu untuk melakukan pekerjaan melalui prosedur yang benar. Gunakan waktu secara efisien tanpa menciptakan kesalahan ataupun kelalaian untuk mendapatkan hasil akhir. Gunakan waktu untuk mendapatkan hal-hal yang harus Anda dapatkan. Pastikan Anda mampu mengatur dan mengelola setiap detik waktu Anda untuk hal-hal yang memang benar-benar Anda inginkan dalam hidup Anda.

Posted by DJAJENDRA

Posted in kumpulan artikel pengantar bisnis dan manajemen | No Comments »

Artikel Bab 9 memproduksi barang dan jasa kelas dunia

October 5th, 2011 by gilanggenesadwisaputra

Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang dan jasa dengan mengkombinasikan faktor-faktor produksi. Sedangkan Manajemen produksi ialah segala aktivitas yang dilakukan oleh menejer dalam usahanykebutua memperoleh barang dan jasa. Manajer Operasi adalah area khusus dalam manajemen yang mengubah atau mentrasformasikan sumber menjadi barang atau jasa. Dalam melayani kebutuhan orang banyak, katakanlah melakukan jasa dengan orang lain, kita harus mengetahui kebutuhan orang tersebut, tetapi kita tidak selalu bisa memenuhi kebutuhan orang tersebut,maka dari itu, diperlukan manajemen operasi. Dalam proses produksi, istilah form utility ialah nilai tambahan pada sebuah barang yang sudah jadi. langkah-langkah dalam proses produksi antara lain : 1. manufaktur proses, yaitu proses pada produksi yang mengubah fisik atau kimiawi suatu bahan, misal dalam membuat makan pagi dengan menu telur dan kopi, hal yang pertama kali dilakukan adalah merebus telur. 2.manufktur perakitan, yaitu manyatukan/mengkombinasikan komponen-komponen yang ada didalamnya, misal telur digoreng dengan mentega, dan membuat kopi. 3.manufaktur berkelanjutan, yaitu proses produksi yang berjalan berkali-kali, misal dalam pembuatan makan pagi dengan menu seperti itu dibuat stiap pagi dan berkali-kali.

Tujuan dari proses produksi dan manajemen operasi ialah untuk memenuhi kebutuhsn pelanggan sesuai dengan pesanannya.AS telah berhasil menjadikan perusahaan-perusahaannya lebih kompetitif, karena :

1.manufaktur dan desain yang dibantu oleh komputer. Dalam menemukan desain yang cocok bagi pelanggan dan mempunyai kualitas tinggi srta dengan biaya penambahan yang rendah, maka pencarian desain dapat dilakukan dengan menggunakan komputer.

2.manufaktur yang fleksibel. maksudnya ialah mendesain mesin untuk mendapatkan banyak tugas sehingga dapat menghasilkan lebih banyak produk.

3.manufaktur yang ramping.maksudnya memproduksi barang dengan meminimalkan segala sumber yang ada, sehingga dengan investasi, ruang manufaktur yang lebih sedikit dapat mengahasilkan output yang maksimal dan berkualitas tinggi.

4.penyesuaian massa.maksudnya menyesuaikan produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan individual.

Perencanaan manajemen operasi:

1.lokasi fasilitas.dalam memilih lokasi hendaknya memilih lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat sehingga akan berpengaruh juga terhadap produk yang akan kita tawarkan kepada pelanggan.

2.lokasi fasilitas untuk para pemanufaktur.para pemanufaktur hendaknya memilih lokasi tidak hanya strategis, tetapi juga dekat dengan tenaga kerja dan bahan mentah, angka kejahatan yang rendah, biaya hidup rendah khusunya untuk para tenaga kerja agar lebih meminimalkan pengeuaran yang dikeluarkan .

3.membawa manajemen operasi ke internet.dalam membangun suatu hubungan dengan perusahaan lain bisa dilakukan dengan cara mengadakan kerjasama antar perusahaan melalui internet. maka antara perusahaan satu dengan lainnya dapat bekerjasama untuk perencanaan, pendesainan,pengiriman produk kepada pelanggan dan lain sebagainya.

4.lokasi fasilitas di masa depan.maksudnya adalah dalam pemilihan lokasi juga harus mempehatikan masa depan, misal dalam pemungutan pajak.suatu perusahaan akan pindah dari satu tempat ke tempat lain bahkan dalam satu negara ke negara lain hanya karena pemungutan pajak yang rendah dibandingkan dengan tempat lain. jadi dalam penentuan lokasi perlu meninjau beberapa hal guna untuk memperlancar dan mendapatkan hasil yang maksimal.

5.tata ruang fasilitas.dalam memproduksi barang atau jasa, penting bagi pemanufaktur untuk menentukan letak atau posisi barang-barang seperti mesin, peralatan, dan fasilitas lainnya guna menarik pelanggan dan meminimalkan biaya tentunya.ada beberapa jenis tata ruang, diantaranya :

a.tata ruang produk/lini praktikum.para pekerja hanya melakukan sedikit tugas dari satu waktu

b.tata ruang moduler.tim-tim pekerja bergabung untuk memproduksi hasil akhir yang lebih kompleks.

c.tata ruang proses.mengelompokkan peralatan dan fungsi yang sama.

d.tata ruang posisi yang tetap. memungkinkan para pekerja berkumpul disejitar poduk yang hatus diselesaikan.

6.perencanaan persyaratan barang adalah sistem manajemen operasi yang berbasis komputer dengan menggd.d.unakan ramalan penjualan untuk memastikan bahwa barang-barang yang dibutuhkan ada pada satu perusahaan.

7.pembelian adalah fungsi sebuah perusahaan dalam mencari sumber dan pemasok yang terbaik, dan menegosiasikan harga yang terbaik pula.

8.kontrol inventaris yang tepat pada waktunya yaitu proses produksi dimana inventaris disimpan dalam gudang serta bagian, persediaan yang lain dikirim tepat pada lini perakitan berikutnya.

9.kontrol kualitas.secara kualitas memproduksi apa yang diinginkan pelanggan dan meminimalkn kesalahan sebelum dan sesudah pengiriman kepada pelanggan.perusahaan tidak boleh hanya menyatakan bahwa kualitas adalah hasil akhir dari sebuah proses produksi tetapi jadikan kualitas sebagai bagian dari proses.selain kontrol kualitas, dikenal juga istilah:

a.kualitas sigma enam yang berarti mencegah dan mendeteksi masalah yang lebih potensial guna untuk mengurangi masalah-masalah dan kesalahan-kesalahan yang terjadi.

b.kontrol kualitas statistis:proses kontrol seorang manajer secara kontinu bahwa kualitas telah ditambahkan dalam setiap produk .

c.kontrol proses statistis:proses pengambilan sample-sample dari komponen-komponen produk dan membuat grafik atas produk tersebut.

Posted in kumpulan artikel pengantar bisnis dan manajemen | No Comments »

ARTIKEL Bab 11 : Menemukan dan Mempertahankan Karyawan Terbaik

October 4th, 2011 by gilanggenesadwisaputra

Karyawan adalah aset perusahaan. Bukan karena keterampilannya saja. Melainkan karena pengetahuannya sekaligus tingkah lakunya yang akan turut memajukan perusahaan. Pendeknya, karyawan adalah segalanya bagi perusahaan untuk tumbuh dan bersaing dalam industri yang semakin kompetitif.

Namun, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana mempertahankan karyawan terbaik dalam perusahaan? Berikut adalah dua strategi dalam menerapkan hal tersebut.

Biasanya, ada dua alasan terbanyak mengapa seseorang bekerja untuk perusahaan. Alasan pertama adalah mencari penghidupan, dan alasan kedua adalah mengembangkan diri melalui karir. Kedua alasan ini bisa dijadikan pijakan dalam menetapkan remunerasi (sistem penggajian) dan membentuk lingkungan yang tepat untuk karyawan. Keduanya akan mempengaruhi keputusan seseorang untuk tetap bertahan di perusahaan atau tidak.

1. Gaji pokok biasanya ditetapkan berdasar upah minimum kota (UMK), komparasi terhadap perusahaan lain dalam industri sejenis, dan tingkat jabatan. Upah minimum kota selalu menjadi batas bawah pemberian gaji pada seorang karyawan. Tapi karyawan dengan tingkat kerumitan pekerjaan yang tinggi dan tanggung jawab yang besar tidak akan menerima bila diberi gaji hanya sebatas bawah saja. Untuk inilah dalam jabatan yang selevel, selalu dibandingkan dengan perusahaan lain dalam industry yang sejenis. Biasanya, penetapannya didasarkan pada angka rata-rata. Bila perusahaan menetapkan gaji sampai di bawah rata-rata, karyawan bisa saja berpikir untuk pindah ke perusahaan lain.

Penetapan gaji seperti di atas adalah salah satu contoh. Cara lain adalah dengan menetapkan gaji didasarkan pada kualitas/kuantitas pekerjaan yang terselesaikan. Bisa juga dengan mendasarkannya pada lama jam kerja. Pada umumnya, jam kerja harian di Indonesia adalah 8 jam. Jadi gaji untuk sebulan, berarti gaji setelah bekerja selama 8 jam x 22-23 hari kerja setiap bulannya. Itu untuk gaji individu. Alternatif lain penggajian adalah ketercapaian hasil yang diperoleh tim kerja. Hasil kerja tim yang baik, akan meningkatkan pendapatan perorangan. Yang biasanya sudah ditentukan perbandingannya sebelum pekerjaan dilakukan.

2. Lingkungan juga mempengaruhi apakah karyawan akan betah atau tidak di perusahaan. Suasana tim kerja akan mempengaruhi mood karyawan. Tingkat penerimaan ide kreatif dari bawah, juga ikut menentukan. Suasana kekeluargaan yang diciptakan oleh pimpinan perusahaan akan mempengaruhi kenyamanan karyawan di dalam perusahaan. Bahkan, ketika perusahaan merekrut karyawan dalam satu generasi, perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan memberikan lingkungan kerja yang tepat pada generasi tersebut. Kita ambil contoh karyawan generasi Y.

Karyawan muda di era sekarang, yang lahir sejak 1982, biasa disebut sebagai generasi Y. Ini adalah generasi yang mengenal dan berbagi melalui internet. Generasi ini kabarnya tidak pernah berjuang sendirian, karena sejak kecil ditemani oleh pengasuh, kemudian mengikuti les disana-sini pada usia sekolah. Mereka kemudian tumbuh menjadi generasi yang bertanya dan mencari tahu melalui search engine seperti google. Mereka kemudian gemar berbagi informasi melalui situs jejaring social, seperti facebook, myspace, atau twitter.

Generasi internet ini, butuh lingkungan yang mengapresiasi diri mereka. Karena mereka lahir dengan lingkungan yang menghargai ide mereka, maka perusahaan juga harus menghargai ide-ide mereka. Di samping itu, aliran informasi yang baik akan mempengaruhi mood kerja mereka. Karena mereka banyak tahu, dan masih ingin mencari tahu. Fasilitas yang harus ada bagi mereka adalah internet dan perangkat pendukungnya.

Pertimbangkan kembali gaji dan lingkungan kondusif yang anda berikan pada karyawan. Karena itu yang akan mempengaruhi mood karyawan untuk tetap bekerja atau tidak. Hal ini akan mempengaruhi keberhasilan perusahaan untuk survive dalam persaingan ketat industri.

(Vibizmanagement - HR) - Sumber daya manusia adalah asset yang paling berharga dalam suatu perusahaan. Tantangan yang dihadapi oleh perusahaan adalah bagaimana mempertahankan karyawan yang berkualitas dan memiliki sikap (attitude) yang baik bahkan di atas rata-rata agar dapat terus memberikan kontribusi maksimal kepada perusahaan. Banyak orang berpendapat bahwa uang atau fasilitas bahkan pemberian barang-barang mewah merupakan alat paling efektif untuk mempertahankan seorang karyawan. Namun, bila diteliti kembali, hal itu tidak selalu merupakan prioritas yang paling penting bagi seorang karyawan untuk bertahan.

Dilihat dari banyak pengalaman yang terjadi, ada hal-hal lain yang dapat memotivasi karyawan atau seorang professional bertahan bekerja di satu perusahaan yaitu bila mereka:

1. memiliki kepercayaan dan kesempatan untuk berkembang

2. adanya atasan yang memiliki leadership yang baik

3. mendapatkan tugas yang menantang, dan kemudian

4. mendapatkan tanggung jawab sebagai pemimpin untuk menangani tugas khusus dan bekerja dengan orang-orang yang dapat bekerja sama.

Karena itu dalam menciptakan lingkungan kerja yang dinamis tanpa meniadakan suasana kekeluargaan merupakan tantangan bagi HRD termasuk didalamnya menyediakan ke 4 hal diatas bagi karyawannya. Ada langkah-langkah yang efektif untuk melakukannya yaitu:

1. buatlah jenjang karir yang jelas untuk tiap-tiap posisi dalam perusahaan yang disepakati dan disetujui oleh setiap pengambil keputusan termasuk pemimpin tertinggi di perusahaan

2. rancangkan tugas-tugas (proyek khusus) yang harus dicapai setiap karyawan produktif untuk mencapai jenjang karir yang lebih tinggi termasuk benefit yang akan diterima karyawan bila ia berhasil memenuhi tugas tersebut.

3. Adakan terus bimbingan/coaching dan counseling kepada karyawan secara berkala untuk menemukan dan menggali potensi dan perkembangan minat karyawan.

4. Berikan kepercayaan untuk menangani proyek/tugas baru.

5. Siapkan program Reward & Punishment sebagai timbal balik hasil kerja karyawan

6. Evaluasi dan lakukan perubahan dimana perlu secara berkala untuk menentukan tujuan-tujuan pencapaian perusahaan dan karyawan secara individu sesuai bidang/jabatannya.

sumber : http://strategibisnisanda.com/2011/03/25/strategi-mempertahankan-karyawan-anda/

Posted in kumpulan artikel pengantar bisnis dan manajemen | No Comments »

ARTIKEL BAB1 Mengelola Dalam lingkungan Bisnis Dinamis: Mengambil Resiko dan Menghasilkan Laba

September 20th, 2011 by gilanggenesadwisaputra

BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN: PENDAPATAN, KEUNTUNGAN,
DAN KERUGIAN

Banyak mahasiswa bisnis tertarik untuk belajar bagaimana menjadi sukses ketika
mereka lulus dari program mereka. Bagian dari proses ini memerlukan bahwa Anda
menyadari apa yang terjadi di dunia bisnis.

v Mengambil resiko dan menghasilkan laba

Bisnis dan kewirausahaan:laba,pendapatan,rugi

Karena tidak semua bisnis menghasilkan keuntungan, memulai usaha bisa menjadi berisiko
proposisi. Seorang pengusaha adalah seseorang yang risiko waktu dan uang untuk memulai
dan mengelola bisnis. Setelah pengusaha telah memulai bisnis, ada
biasanya suatu kebutuhan bagi manajer yang baik dan pekerja lainnya untuk menjaga bisnis
pergi. Tidak semua pengusaha yang terampil sedang manajer.
Bisnis menyediakan orang dengan kesempatan untuk menjadi kaya.
Ada
sekitar 497 miliuner di dunia saat ini,

Menyusun resiko dengan laba

Laba:Jumlah uang yang di peroloeh sebuah bisnis selain dari jumlah yang di keluarkan untuk gaji dan biaya-biaya lainnya.

Kerugian saat biaya-biaya melebihi pendapatan

Resikopeluang seorang penggusaha kehilangan waktu dan uang dalam sebuah bisnis yang mungkin nantinya terbukti tidak mengguntungkan.

KEWIRAUSAHAAN VERSUS KERJA UNTUK ORANG LAIN
Ada dua cara untuk sukses dalam bisnis. Salah satu cara, cara yang dipilih oleh Meg
Whitman, adalah untuk bangkit melalui jajaran perusahaan-perusahaan besar seperti Hasbro atau
eBay. Keuntungan dari bekerja untuk orang lain adalah seseorang yang lain mengasumsikan
resiko kewirausahaan dan memberikan Anda dengan manfaat seperti liburan dibayar
waktu dan asuransi kesehatan.
Kebanyakan orang memilih pilihan tersebut. Ini adalah sangat baik

Bisnis meningkatkan standar kehidupan

Standar kehidupan:jumlah barang dan jasa yang dapat di beli orang dengan uang yang mereka miliki.

Kualitas kehidupan:suatu masyarakat secara umum dalm hal kebebasanberpolitik,lingkungan hidum yang alami dan bersih,pendidikan,perawatan,dan segala hal yang menuju kepuasan dan kesenangan

v Kewirausahaan versus bekerja untuk orang lain

Ada dua cara dalam bisnis adalah dengan cara mendekati jenjang karir di perusahaan-perusahaan besar,cara yang lain lebih berisikodengan memulai bisnis anda sendiri(menjadi seorang penggusaha)

Faktor-faktor produksi

1. Tanah (atau sumber daya alam).

2. Buruh (pekerja)

3. Modal. (Ini termasuk mesin, peralatan, bangunan, atau apa saja yang
digunakan dalam produksi barang. Ini tidak termasuk uang; uang
digunakan untuk membeli faktor produksi-ini bukan faktor itu sendiri.)

4. Kewirausahaan.

5. Pengetahuan.


Secara tradisional, bisnis dan ekonomi hanya buku teks telah menekankan
empat faktor produksi: tanah, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan. Tapi
ahli manajemen dan konsultan bisnis Peter Drucker mengatakan bahwa yang paling
faktor penting dari produksi dalam perekonomian kita dan akan pengetahuan.

lingkungan bisnis adalah faktor-faktor sekitar yang membantu atau menghambat lingkungan bisnis.

faktor-faktor lingkungan bisnis:

  1. lingkungan ekonomi dan hukum
  2. lingkungan ekonomi
  3. lingkungan persaingan
  4. lingkungan sosial
  5. lingkungan bisnis global

Faktor sekitarnya
yang baik membantu atau menghalangi
pengembangan
bisnis.
3. Lingkungan teknologi.
4. Lingkungan yang kompetitif.
5. Lingkungan sosial.
6. Lingkungan global.


menunjukkan bagaimana persaingan bisnis telah berubah dari model tradisional
ke model, baru kelas dunia.
Bersaing dengan Melebihi Ekspektasi Pelanggan Produsen dan layanan
organisasi di seluruh dunia telah mengetahui bahwa pelanggan saat ini adalah
sangat menuntut. Mereka tidak hanya menginginkan kualitas yang baik dengan harga rendah, tetapi mereka
ingin pelayanan besar juga. Bahkan, beberapa produk di abad ke-21 akan didesain
untuk mempesona dan menyenangkan pelanggan, melebihi harapan mereka. Bisnis
menjadi pelanggan-driven, bukan manajemen-driven seperti di masa lalu. Ini
berarti bahwa para pelanggan ‘keinginan dan kebutuhan harus datang terlebih dahulu.

Posted in artikel by Firmansyah H 2007210389 on Apr 15th, 2011

Posted in kumpulan artikel pengantar bisnis dan manajemen | No Comments »

« Previous Entries